Meiji Jingu Shrine & Harajuku

Hari Sabtu ini, setelah bersantai – santai bangun siang, makan siang bersama di apato dan berpoto di depan apato, kami berjalan – jalan ke seputaran Harajuku..tepatnya kami ingin mengunjungi Meiji Jingu Shrine, kuil Shinto terbesar di Tokyo, terletak di ujung crossing antara Omotesando-dori dan Takeshita-dori, yang didedikasikan untuk Kaisar Meiji dan permaisurinya, Empress Shoken.

me in front of apato

Tujuan awal kami mengunjungi kuil ini tadinya adalah karena salah satu teman kami, si ‘Charlie’ sudah termimpi-mimpi dan bercita-cita mengunjungi kuil tempat syuting Memoirs of Geisha..dan dia merasa lokasinya adalah di Meiji Shrine (yang akhirnya ternyata BUKAN!). Tapi, walaupun ternyata lokasinya bukan di situ, kunjungan ke Meiji Shrine adalah salah satu trip yang ga akan terlupakan, karena kuil ini indah sekali.

Kuil yang sempat hancur pada saat Perang Dunia II dan di-restorasi kembali pada tahun 1958 ini dikelilingi ‘hutan’ penuh dengan pepohonan besar nan rindang seluas kurang elbih 175 acre (sekitar 70 hektar), dengan 100.000 pohon yang katanya disumbangkan oleh 100.000 pengunjung dari seluruh penjuru dunia.

Oya, katanya disini ada taman yang dibuat oleh si Emperor Meiji buat Empress Shoken, tapi secara masuknya pake entrance fee 500 Y, hmmmm…males aja kali yaaa…

meiji shrine gate

Dengan pepohonan yang begitu banyaknya…perjalanan menembus hutan menuju kuil tersebut, yang kami lakukan di siang hari bolong di saat matahari summer menyengat jadi gak  berasa terlalu melelahkan, walopun memang udaranya sangat panas. Seperti layaknya kuil2 di Jepun, akses menuju kuil dapat ditempuh dari 4 (or 3 ya?) penjuru. Semua berupa lorong besar jalan tanah berpasir yang pinggir2nya ditanam semacam batu2an menonjol untuk pijat refleksi (seperti yang ada di Monas). Sebelum masuk, kami disambut dulu oleh sebuah gerbang maha buesar, yang kalau salah satu tiangnya dipeluk pun nggak akan nyampe.

Dari gerbang jalanan, kami menempuh jalanan berpasir itu kurang lebih 500 m, menuju gerbang berikutnya, dimana terdapat pancuran air untuk menyucikan diri ala Shinto. Prosedurnya hampir sama dengan wudhu, pertama-tama tangan kiri diguyur air, kemudian tangan kanan, lalu menggunakan tangan kiri kita membasuh mulut, kemudian gayungnya disiram air lalu diletakkan di posisi semula. Lumayan menyegarkan setelah berjalan kaki 500 m di siang bolong (walopun sempet disela popotoan seperti biasa :D ).

memberi makan dewa 

Memasuki Main Shrine-nya pun kami harus melewati lapangan demi lapangan dan gerbang demi gerbang, sampai akhirnya sampai di bangunan utama. Kami cukup beruntung karena tak berapa lama kami disana dimulailah upacara ‘memberi makan dewa’ yang dilakukan 2 kali setiap harinya…kalo nggak salah sih pagi dan jam 2 siang (kami sempat melihat prosesi ‘lunch’ sang dewa :D ). Oya, sebelumnya saya sempet ‘hampir’ ditangkep satpam gara2 ngisengin bedug yang digunakan buat memulai upacara ‘lunch’ sang dewa :) )

me & the bedug 

Lumayan lama juga upacaranya…sampai pas baliknya kami yang sudah kelelahan dan dehidrasi sempat beristirahat lama juga di tempat jualan souvenir sambil minum2 dan ngobrol – ngobrol, sebelum melanjutkan another 500 m keluar menuju Omotesando-dori, salah satu main street di Harajuku yang ruameeeeeeeeenya minta ampun. Lihat tuh gambar di bawah.

omotesando-dori crossing

PS : Omotesando – dori ini mirip banget suasananya ama Orchard Road Singapore, dengan butik-butik dipinggir jalannya dan sidewalk yang luebar..tapi kalo lagi wiken yaaa…penuh juga. 

Sebenarnya, ini adalah kunjungan saya ke-TIGA kalinya ke Harajuku, setelah kunjungan Kiddyland yang cuma berdua, trus ke Kiddyland (lagi) bertiga, dan sekarang ke Meiji Shrine. Pas kunjungan saya yang kedua, saya sempet melihat sebuah toko unik di crossing Omotesando yang mengingatkan saya akan pesan abang sebelum pergi ke Jepun untuk mampir kesana dan membelikannya souvenir. Ini dia souvenir saya buat abang :

condomania souvenir 

Hehehe….tahu nggak itu apaan?

Yups! If you guess that’s the one with soccerball on top is a C****M, then you’re right! Hihihih..lucu ya…Tokonya sendiri namanya emang C****MANIA, isinya ya….itu semua. Lumayan lucu2…tapi gak terlalu lengkap, secara di Singapore sama Malaysia saya pernah melihat yg lebih lucu2. But, kali ini saya benar2 membeli satu untuk abang dengan 1 ‘lucky box’ (Di toko – toko Jepang -biasanya pada tahun baru- sering terdapat lucky box, yang dimana isinya nggak boleh dilihat, tapi dipastikan bernilai sekitar 10 sampai 20 kali lipat harganya). Isi ‘lucky box’ saya kali ini apa yaaaaa???

Sepulang lunch dan berkunjung ke Oriental Bazaar untuk mengantar Cepi dan ‘Charlie’ membeli souvenir, kami pulang melalui rute yang agak berbeda. Kali ini lewat Takeshita-dori. Berbeda dengan Omotesando-dori yang penuh dengan butik2 desainer macam LV, Burberry, Mango, Zara, dll..Takeshita-dori lebih membumi. Di sana banyak toko-toko dan butik-butik kecil yang menjual baju2 dan asesoris dengan disain unik yang sering disebut ‘Harajuku style’ (itu lhooo….yang jadi inspirasi gaya dandannya Agnes Monica & vokalis No Doubt, Gwen Stefani).

harajuku st

Harajuku memang menyenangkan sekali….banyak yang bisa dilihat (dan dibeli, tentu saja). Tapi secara ini sudah minggu ketiga saya di Jepun, nggak banyak lagi yang bisa dibawa pulang..walopun untuk mengenang perjalanan saya ke sini, saya dan Cepi sempat membeli sunglasses guede unik murmer di pinggir jalan. Tadinya pengen beli yang berbingkai putih a la Paris Hilton, tapi kok ga pantes aja yaaa…jadinya teuteup beli yg gede tapi bingkainya coklat dan gagangnya lucu…motif kotak-kotak berlapis kulit, modal gaya buat di perjalanan keluar kota besok..hehehe..

Secara besok paginya kita mau berangkat pagi ber-shinkansen, akhirnya jam 7-an kami sudah otw balik apato. So…..see you after Shinkansen trip :D .